.
Kunjungan Kerja DPRD Provinsi Kalsel dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalsel | Pertanian Kabupaten Kapuas

Kunjungan Kerja DPRD Provinsi Kalsel dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalsel

Kunjungan Kerja DPRD Provinsi Kalsel dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalsel
Kunjungan Kerja DPRD Provinsi Kalsel dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalsel

Kunjungan Kerja DPRD Provinsi Kalsel dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalsel

Pada Jumat, 13 Agustus 2021 Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas kembali menerima kunjungan kerja Pimpinan dan anggota DPRD Kalimantan Selatan yang didampingi oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kapuas. Rombongan ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel, M. Syaripuddin serta Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan, Syambir Rahman. Rombongan yang berjumlah 11 (sebelas) orang diterima oleh Kepala Bidang Perkebunan, Teguh Setio Utomo, SP, ME mewakili Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas.

Syarippudin menyampaikan bahwa tujuan kunjungan ini adalah untuk melakukan kaji banding program pengembangan kawasan food estate di Kabupaten Kapuas. Sebagai sentra produksi pangan utama di Kalimantan Tengah, Kabupaten Kapuas menjadi kiblat beberapa upaya studi komparasi oleh wilayah-wilayah disekitarnya. Lebih lanjut, Syamsir Rahman menyatakan bahwa Kalsel direncanakan mengusulkan kawasan food estate di dua kabupaten yaitu Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Tanah Laut. Pelaksanaannya akan ditindaklanjuti tergantung dari hasil evaluasi keberhasilan program Food Estate di Kalteng dan wilayah lain.

Dalam diskusi ini dibahas hal-hal yang menjadi poin penting dalam menunjang keberhasilan program pengembangan Food Estate di Kabupaten Kapuas. Berkaca pengalaman di Kabupaten Kapuas, walaupun program pengembangan food estate merupakan kegiatan top down, namun dukungan pemerintah daerah dan unsur legislatif menjadi salah satu kunci keberhasilan. Disamping itu, kondisi sosial masyarakat setempat yang sering luput dari perhatian perlu menjadi pertimbangan. Karena Intervensi yang tepat pada akar masalah akan berdampak pada akselerasi hasil produksi pertanian. Adanya koordinasi yang intensif serta terarah antara pusat dan daerah menjadi hal wajib baik pada tahapan perencanaan maupun pelaksanaan di tingkat lapang. (ea)